Saat merencanakan bisnis, tentunya ada hal lain yang perlu diperhatikan selain produk. Anda perlu membuat strategi branding untuk membentuk image tentang bisnis Anda sesuai dengan visi, misi dan value yang Anda miliki. Salah satu hal utama yang harus dilakukan adalah memilih warna dalam branding. Tentu saja ada bermacam-macam warna yang bisa dipilih, tapi Anda tidak boleh sembarangan memilih warna untuk branding bisnis Anda karena setiap warna memiliki arti yang berbeda-beda. Kenyataannya, sebuah warna dapat mempengaruhi perasaan, kesan hingga keputusan konsumen dalam memilih brand Anda, atau biasa dikenal sebagai psikologi warna pada branding.

Nah kali ini Printerous akan mengulas beberapa makna psikologi warna pada branding. Yuk, baca selengkapnya di bawah ini.

Biru

Warna biru diartikan sebagai sifat dapat diandalkan dan dipercaya. Warna ini sering diasosiasikan dengan trust, rasa aman, kecerdasan, dan ketenangan. Karena itu, warna biru termasuk yang paling sering digunakan oleh bisnis. Warna biru biasanya digunakan oleh bisnis yang memberikan layanan serius seperti perusahaan teknologi, contohnya digunakan oleh HP, salah satu perusahaan teknologi informasi terbesar di dunia.

Hijau

Warna hijau melambangkan sesuatu yang alami dan berkaitan erat dengan pertumbuhan.Selain itu keseimbangan, harmoni, growth, wealth, nature, freshness juga sering diasosiasikan dengan warna hijau. Organisasi atau perusahaan yang bergerak di bidang lingkungan seperti Greenpeace memilih warna hijau sebagai penggunaan psikologi warna pada branding nya.

Kuning

Warna kuning adalah warna yang cerah, sehingga menarik stimulus dan gairah. Warna ini menimbulkan kesan enerjik, hangat, kreatif, fun, friendly, dan happy. Karena kesannya yang ceria, warna kuning cocok digunakan oleh bisnis dengan target market anak-anak atau keluarga. Contohnya, restoran keluarga Hoka Hoka Bento dan McDonalds.

Merah

Warna merah adalah warna yang menarik perhatian dan melambangkan energi, antusiasme, passion, love dan kekuatan. Bisnis yang menggunakan warna merah sebagai warna branding menginginkan kesan kuat dan bersemangat. Contoh penggunaan psikologi warna merah pada branding yang tepat adalah Coca-Cola. Brand minuman ini secara konsisten memberikan kesan semangat dan sangat menarik perhatian melalui branding-nya.

File:Logo of YouTube (2011-2013).svg - Wikimedia Commons

Nah, setelah mengetahui pentingnya peran psikologi warna pada branding, tentunya Anda akan memperhitungkan pemilihan warna branding secara lebih teliti. Pemilihan warna ini selain akan diterapkan pada logo juga akan digunakan pada elemen branding lainnya seperti kemasan. Setelah memilih warna yang tepat, jangan lupa untuk menggunakan bahan berkualitas pada kemasan. Ingin juga cetak kemasan berkualitas dengan custom desain brand kamu dan tentunya dengan harga kompetitif? #PrintOnlineAja di Printerous!