Pandemi Covid-19 telah berdampak secara global dan penyebaran virus telah mencapai lebih dari 216 negara dengan jumlah penduduk dunia yang terinfeksi lebih dari 4,7 juta jiwa (data per 18 Mei 2020). Beberapa negara mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan dan sedang berjuang untuk menghindari penularan dengan menyesuaikan gaya hidup. Lockdown telah mulai dilonggarkan di negara-negara dengan penanganan yg cukup baik, seperti Vietnam dan Korea Selatan. Namun, hal ini bukan berarti masyarakat dapat hidup bebas seperti sebelumnya, kondisi ini disebut New Normal. Ada beberapa kebijakan baru yang lahir dan wajib untuk dipatuhi seperti social distancing serta penggunaan sanitizer dan masker agar semuanya masih dapat memenuhi kebutuhan.

Kebijakan baru serta kebiasaan hidup menjalani karantina selama beberapa bulan tentu saja mengubah pemikiran, gaya hidup, dan pola konsumsi masyarakat. Bagi para pelaku bisnis, tentu penting untuk memahami kondisi New-Normal dengan baik sehingga dapat membuat keputusan yang tepat.

Berikut adalah 4 hal yang diprediksi akan menjadi kebiasaan konsumen dalam kondisi New-Normal:

Ilustrasi peralatan virtual. Photo by Unsplash.

Menjadi Virtual

Berbagai industri besar telah merasakan dampak dari berkurangnya interaksi langsung di masyarakat. Industri OOH dan hiburan terus mencari jalan agar dapat bertahan. seperti membuat aplikasi di handphone maupun online streaming. Demikian halnya dengan interaksi langsung masyarakat yang juga turun drastis seperti meeting, pergi ke seminar, maupun konser. Oleh karena itu pertemuan akan banyak berlangsung menggunakan format online.

Selain itu di tengah kondisi karantina, kebosanan sangat rentan terjadi dan manusia membutuhkan pengganti dari aktivitas mereka sehari-hari. Diprediksi akan bermunculan komunitas-komunitas virtual di berbagai bidang seperti VirSocial sport, VirSocial entertainment, dan VirSocial games.

Ilustrasi bekerja dari rumah. Photo by Unsplash.

Gaya Hidup #DiRumahAja

Penyebaran virus telah mengurangi mobilitas masyarakat untuk bepergian dan memaksa untuk berdiam diri di dalam rumah. Survei dari Kantar menunjukkan bahwa 80% masyarakat Indonsia menghabiskan waktu di dalam rumah selama pandemi. Oleh karena itu, sebagai pelaku bisnis kita juga harus menyesuaikan diri agar siap menghadapi kesempatan-kesempatan bisnis di masa datang.

Karena perubahan gaya hidup ini, bentuk usaha juga akan berubah seiring dengan kebutuhan masyarakat, contohnya adalah bisnis restoran harus mengubah kebiasaan dari dine-in menjadi delivery, masyarakat pun akan beralih dari belanja ke retail atau mall menjadi belanja online melalui marketplace.

Ilustrasi kebutuhan pokok. Photo by Unsplash.

Kembali ke Basic

Keterbatasan gerak dan pilihan juga berdampak pada kebutuhan konsumsi masyarakat. Kondisi yang serba tidak menentu membuat masyarakat menjadi lebih berhati-hati dalam memenuhi kebutuhan hidup. Pembelian konsumen akan beralih dari keinginan (wants) menjadi kebutuhan (needs), seperti produk-produk house care, groceries, sembako, dan vitamin. Pembatasan sosial juga menyebabkan konsumen lebih memilih untuk membeli kebutuhan dalam jumlah banyak sekaligus untuk berjaga-jaga.

Belanja online untuk kebutuhan sehari-hari akan meningkatkan volume pasar online secara cukup signifikan. Apabila Anda menyediakan produk kebutuhan primer, perkuat channel online Anda dan jangan ragu untuk memanfaatkan marketplace atau direct sales.

Ilustrasi masyarakat bersatu untuk saling menolong. Photo by Unsplash.

Masyarakat Empatis

Wabah virus Covid-19 dirasakan oleh masyarakat global, hal ini menimbulkan adanya rasa sepenanggungan, solidaritas, dan kesetiakawanan sosial. Manusia merasakan empati dan peduli terhadap sesama. Berbagai upaya akan dilakukan untuk meringankan beban bagi mereka yang terdampak, dan khususnya tenaga kesehatan yang berjuang untuk meredam pandemi.

Tunjukkan bahwa brand Anda juga menjunjung tinggi rasa kepedulian, empat, dan welas asih terhadap sesama. Buat kontribusi nyata yang meringankan beban sesama seperti penggalangan donasi, berbagi, dan CSR untuk menunjukkan bahwa brand Anda memiliki koneksi sosial, turut berempati, dan bertanggung jawab.

Keempat hal di atas adalah prediksi gaya hidup dan kondisi yang akan kita alami dalam situasi New Normal di masa pandemi virus Covid-19. Sebagai pelaku bisnis, Anda harus mempersiapkan sebaik mungkin untuk mengatasi situasi ini dimulai dari shifting ke kanal online dan melihat peluang-peluang apa saja yang masih terbuka.

Dalam kondisi ini penting untuk mulai mencari supplier produk yang dapat membantu Anda memenuhi kebutuhan tanpa repot dan banyak bepergian. Printerous menyediakan layanan Printerous PRO yang dapat membantu memenuhi kebutuhan cetak dengan mudah, efisien, dan transparan dengan menyediakan dashboard khusus untuk brand/bisnis Anda. Selebihnya mengenai Printerous PRO dapat dicek di sini.

Teruslah berinovasi dan kreatif mencari cara untuk mempertahankan dan mengembangkan bisnis di tengah pandemi. Jangan menyerah dan jangan takut untuk memulai hal baru.

Salam sehat dan tetap produktif!